[Writing Prompts] R for Reverie

sehun-blueone kpop dream festival

R for Reverie

“Impianku adalah menari dan menari. Tanpa itu, aku tak berarti apa-apa.”

.

.

Saat kecil, aku belum mengerti apa itu impian. Aku belum mengerti apa itu mimpi. Aku belum mengerti apa itu cita-cita.

Yang kutahu hanya menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman seumuran, tidur, makan, dan hal-hal lainnya yang lumrah dilakukan sebagaimana anak kecil.

Hingga aku menginjak usia 17 tahun…

*

Semburat keemasan sudah tak nampak, berganti dengan hitam yang begitu pekat. Tanpa bulan. Tanpa bintang. Hanya sinar lampu jalanan yang temaram menemani setiap langkahku dan juga rintik-rintik hujan dengan kapasitas yang konstan.

Waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam dan aku masih berkeliaran di luar. Entah apa tujuanku, yang pasti aku merasa jenuh berada di ruangan berukuran 3 x 3 yang selalu kutempati. Lagipula tak ada orang yang mencariku toh aku tinggal sendirian—tepatnya sebatang kara.

Dengan kepala tertunduk dan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku jaket, aku melangkah bosan. Menendang-nendang kecil batu kerikil yang kuanggap menghalangi jalan tanpa tahu arah hingga aku tersadar telah berada di tempat yang sangat asing. Penerangan yang minim, tiupan angin dingin, membuatku bergidik sendiri. Dapat kurasakan roma buluku semakin berdiri tegang saat sayup-sayup suara merasuki gendang telinga.

Takut dan penasaran. Kedua rasa itu membuatku memberanikan diri mendekati sebuah gedung lama yang lebih tepat disebut gudang. Kubuka pintu besi berkarat secara pelan walau masih meninggalkan decitan kecil.

Seorang lelaki dengan kepala yang tertutup hoodie hitam, celana jeans dengan sobekan di mana-mana, dan juga sepatu usang yang dikenakan. Lincah dan lentur saat badannya melekuk-lekuk membentuk gerakan bebas namun terhenti begitu ia menyadari kehadiran orang asing di daerah kekuasaannya.

“Apa yang kaulakukan di sini?” Lelaki itu bertanya dengan nada dingin. “Anak baik-baik sepertimu tak pantas berada di tempat ini. Ka!”

Aku yang sudah kebal dengan nada sejenis hanya bergeming di tempat. Membalas tatapan matanya tak kalah tajam. Cukup lama kami bertatapan sampai aku memejamkan mata dan memberanikan diri mengajukan permohonan padanya, “a-aku ingin melakukan gerakan seperti itu. Bisakah kau mengajariku?”

*

Sejak pertemuan malam itu, aku lebih sering menghabiskan waktu bersamanya. Lelaki yang kuketahui bernama Kim Jong In atau lebih sering disapa Kai. Dialah yang mengajariku menari dari dasar hingga bisa menciptakan gerakan sendiri. Dialah yang menjadi panutanku hingga sekarang.

Kami berdua tergabung dalam satu tim. Mengumpulkan uang dengan mengikuti perlombaan menari jalanan yang diadakan di berbagai tempat. Hingga suatu hari, ketika aku dan Kai berencana merayakan kemenangan kami yang kesekian, tiba-tiba saja datang segerombolan orang dengan wajah setengah tertutup dan membawa pemukul kasti.

Rencana semula berubah. Batal. Berganti dengan badan yang bercucuran keringat karena menghindari kejaran. Aku bahkan sudah kehabisan napas dengan kaki yang terasa lemas.

“Pergilah, Sehun. Kurasa target mereka adalah aku.” Aku menggelengkan kepala tak setuju dengan perintahnya. Bagaimana mungkin aku meninggalkannya di saat seperti ini. Aku bukan seorang teman yang hanya ingin bersenang-senang saja.

“Tidak, Kai. Tak mungkin aku meninggalkanmu seorang diri melawan mereka.”

Dan tak lama setelah perbincangan kami, mereka berhasil mengejar. Tak ingin melarikan diri lagi, aku melirik Kai dan ia menganggukkan kepala. Baku hantam pun tak terhindarkan. Sepertinya aku harus berterima kasih lagi pada Kai yang sudah mengajariku cara berkelahi hingga bisa melawan mereka.

Aku mengusap darah di sudut bibirku yang sobek, berjalan tertatih menghampiri Kai yang berada di sisi lain. Kami berhasil melumpuhkan mereka semua dengan perjuangan keras. Senyuman pun terkembang di bibir kami berdua namun seketika menghilang saat aku menyadari seseorang sudah berdiri di belakang Kai.

“Kai! Awas..!!”

*

Bau obat-obatan menyengat menusuk indera penciumanku. Mataku secara perlahan berusaha menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang ada.

Arghhh,” aku mengerang cukup keras saat merasakan denyut di kepala yang begitu menusuk, “di mana aku?”

“Sehun? Syukurlah kau sudah sadar.” Aku pun menyunggingkan senyum tipis pada Kai hingga menyadari sesuatu yang janggal.

“Kai? K-kakiku…,” dapat kulihat wajah Kai memucat di tengah kulit tanned-nya.

“Maafkan aku, Sehun. Maafkan aku.” Kai berulang kali meminta maaf sambil menundukkan kepalanya. Aku tahu ia tengah berusaha menahan tangis dan aku hanya terdiam. Mataku memandang keluar jendela namun tak ada satupun yang mampu membuatku terfokus. Pikiranku berkelana entah ke mana selama beberapa saat.

“Ini resiko yang harus kuterima ketika memutuskan untuk menyelamatkanmu, Kai.” Kuhirup oksigen sebanyak yang kubisa, “tinggalkan aku sendiri.”

Kai terlihat tak ingin namun akhirnya ia beranjak berdiri dari kursi yang mungkin sudah ditempatinya cukup lama menuju pintu dan ketika siluet tubuhnya sudah tak terlihat, air mataku pun berjatuhan.

Kucurahkan semua kesedihanku saat ini, tak peduli jika menangis adalah hal yang tabu bagi seorang lelaki. Aku hanya ingin menumpahkan rasa sakit karena harus kehilangan impian yang belum lama kutemukan. Setelah merasa puas, aku mengambil selembar kertas yang berada di atas nakas, memberikan guratan-guratan hingga sudah tak seputih semula, dan secara hati-hati dengan perjuangan penuh meninggalkan tempatku berbaring. Meninggalkan ruangan tempatku dirawat. Meninggalkan sisa kepedihan di rumah sakit tersebut.

.

.

Maaf, Kai. Aku harus pergi.

Kau tentu tahu keinginanku untuk menari begitu besar, seperti halnya dirimu. Dan sekarang, aku telah kehilangannya. Namun aku tetap berterima padamu karena telah membantuku menemukan impian tersebut.

Teruslah menari, Kai. Menggantikanku meneruskan mimpi ini.

–Oh Sehun–

-=oOo=-

Credit Picture: Twinned Poison

A/N: akhirnya saya berhasil menyelesaikan challenge dengan waktu yang terbilang singkat. gatau hasilnya ini gimana di mata kalian karena jujur aku ngerasa ini failed banget..huhuhu T-T

Advertisements

4 Replies to “[Writing Prompts] R for Reverie”

  1. Woah! Kakak, aku baru buka ini dan sebenernya udah baca dari kapan tau. Tadinya mau langsung ngerusuh di tuiter eeeehh tapi ternyata ini ada box komennya hehehe jadi di sini aja ya kak. Taulah aku kalo komen tak cukup 140 characters hahaha xD /digebukin orang/

    Sekaaaaaaiiiiii~ T_T kenapa harus sesedih ini kak? Kenapa? Kenapa? Entah kenapa ya kalo fic sekai itu emang pas banget dibuatin dengan genre friendship kayak gini. Soalnya kalo yg bromance gitu /ahem/ gak dapet feelnya hahaha kecuali hunhan sih mereka klo digambarin sebagai bestfriend malah gabisa ngebayangin (kenapa jadi bahas hunhan)

    Ya, back to sekai. ah, suka idenya. Keyeenn~ aku jadi ngebayangin ini kayak streetdance!au gitu, semacam film step up dkk gitu deh 🙂 dan pas banget kan si kai yg ditemuin sebagai penari dalam kegelapan hahaha xD sukaakk banget! #ehkokgitu

    Trusnya itu kenapa kak kakinya sehunie? Dia jadi gapunya kaki gitu ya? Dan gabisa nari lagi, ah kasian (enggak deng aku nggak kasian sama dia, rasain rasain! #jahat xD) sedih bangeeettt, demi ngelindungin temen kan ya, dia jadi berkorban dan gabisa nari lagi huhuhuhu

    Wew, kak coba ini ada long versionnya. Jadi semacam keren gitu kan hahaha #banyakmau

    Well, oke deh segitu dulu komen dari aku. Ini oke pake banget. Aku sukaaaakk aaaaa sekai. Jarang orang nulis mereka, aku hanya nemu beberapa yg bagus 🙂 dan ini favorit akyuuuu jugaaaakk 🙂

    See yaaaa kak ❤ me love this!!! Aaaaa sekai!

    1. iy memang sekai itu cocok klo dijdiin brothership dibanding bromance~ klo hunhan kan memang realnya juga uda keterlaluan kn ya, jdi yaudalah ya..hahaha

      kenapa sedih? abis itu gambar uda mendung2 gitu ya (memangnya awan), gelap aura sedihnya langsung kerasa gitulah..jdi ya bgitu deh > <

      anggep aja sehun kakinya lumpuh (jangan dinyata ya! haha) jdi ya dy mmg ga bisa nari lagi, mau dikata apa..huhuhu T-T /siapayangbikinsiapa/ *kaburrr

      long version ya? duhh, kak tuh paling payah klo bikin yg panjang2, ujung2nya pasti aneh di tengah ato ga nyambung..wakakaka ato dira yg mw bikinin? *aegyo* kkk~

      makasi ya uda dijadiin favorit~ mumumumu :3 #XOXO

Give me your review~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s