[Writing Prompts] A for Alone

chanyeol-asian-idol-awards

A for Alone

“You can fake your smiles and laughters but you can never fake your tears and feelings.”

.

.

Park Chan Yeol. Itulah nama seorang pemuda yang memiliki tinggi bak seorang pemain basket. Kau selalu melihatnya tersenyum tanpa sebab seperti orang bodoh. Kau selalu melihat tawanya yang menular kepada setiap orang di sekitarnya bagaikan sebuah virus. Kau bahkan menganggap dirinya tak pernah memiliki masalah dalam hidup.

Ya, itu anggapanmu semula sebelum kau melihatnya murung seorang diri di tengah kumpulan orang yang sedang berbahagia.

Kau melihatnya menunduk termenung dan kau turut bersedih. Bukan karena kau mengetahui apa yang dirasakannya. Bukan itu. Tetapi karena hal lainnya. Ketika orang-orang di sekitarnya tak ada yang menyadari apa yang sedang terjadi dengan pemuda itu. Tak ada seorang pun yang sedikit saja menaruh perhatian padanya. Tak ada seorang pun yang menoleh untuk mengetahui lebih dalam apa yang tengah dipikirkan pemuda itu.

Kau terus memperhatikan pemuda itu dari jauh bahkan ketika pemuda itu memutuskan keluar dari kelompoknya. Kau mengikuti langkah pria itu tanpa mengetahui ke mana tujuannya. Kau menaruh sejuta rasa keingintahuan terhadap pemuda itu.

*

Kau kembali melihatnya melamun di salah satu balkon memandang kejauhan dari ketinggian tempat kalian berada, atau mungkin itu hanya kamuflasenya untuk mengelabui orang yang mengenalnya jika bertanya tentang kegiatannya itu.

Tanpa sadar jarak antara dirimu dengan Chan Yeol semakin sempit. Tanpa sadar kau telah berdiri di belakangnya. Tanpa sadar kau turut bersandar di teralis balkon tepat di sebelahnya. Tanpa sadar kau berucap menanyakan apa yang tengah dilakukannya padahal kalian tidak saling mengenal.

Kau melihat Chan Yeol tersenyum padamu. Manis dan mempesona. Namun kau tahu bahwa itu hanyalah sebuah topeng. Dengan mengumpulkan keberanian yang entah kau dapat dari mana, kau pun menyuarakan isi hatimu.

“Mengapa kau selalu tersenyum di depan mereka?”

“Mengapa kau selalu bertindak konyol seperti itu?”

“Apa kau tak merasa lelah terus tertawa seperti itu?”

Kau pun melihat raut Chan Yeol berubah mendadak. Senyuman itu langsung menguap dari wajahnya. Kau pun menunduk meminta maaf karena sudah bersikap lancang memasuki daerah privasi orang lain.

Kau sudah mempersiapkan hati jika tiba-tiba Chan Yeol marah padamu walaupun dalam hati kau terus meminta hal yang berlawanan. Dan sesuai doamu, respon Chan Yeol di luar prediksi. Ia bahkan menghela napasnya berat tanpa mengalihkan pandangan.

“Bagaimana kau bisa tahu? Kau bukan orang terdekatku bahkan kita tak saling mengenal. Mengapa? Mengapa harus dirimu?”

Kau terperangah mendengar ucapannya. Kau memikirkan apa harus menjawab pertanyaannya atau tidak, dan akhirnya kau memilih untuk diam. Siap menjadi pendengar yang baik. Siap menampung pergumulan pemuda di sampingmu itu.

“Terkadang aku lelah menanggung seorang diri. Rasa itu sudah mencapai batas yang kumiliki namun aku tak bisa menangis. Apa jadinya pemikiran orang-orang jika melihatku seperti itu?” Chan Yeol terkekeh, “aku hanya tak ingin membuat mereka mengkhawatirkanku. Aku ingin mereka tersenyum bahagia. Aku hanya ingin—”

Ucapannya terhenti seketika karena terkejut dengan tindakanmu yang tiba-tiba memeluknya namun ia tak menolak. Ia tak berusaha melepas rengkuhan tanganmu di pinggangnya. Tangannya terangkat perlahan dan melingkarkan tangannya di pundakmu. Meletakkan dagunya di puncak kepalamu.

Kalian berdua terdiam menikmati momen itu. Tak ada penolakan. Tak ada rasa canggung tanpa menyadari status kalian yang hanya berupa orang asing.

Cukup lama kalian mempertahankan posisi tersebut hingga kau adalah orang pertama yang memutuskan untuk mengakhirinya.

“Maaf atas kelancanganku. A-aku…,”

“Tidak apa-apa.”

Kau membeku di tempat ketika melihat senyuman tulus tersungging di bibirnya untuk pertama kali. Kau berdiri mematung ketika Chan Yeol mengecup puncak kepalamu,

“Terima kasih.”

-=oOo=-

 

Credit picture: Drumstick

A/N: tulisan iseng karena menemukan foto ini waktu cari gambar yeollie. Berhubung dibuat dalam waktu yang singkat jadi saya butuh review dari kalian~ gomawo ^^

Advertisements

7 thoughts on “[Writing Prompts] A for Alone

  1. kak aku malah baca ini. padahal udah janji bakalan nyari yang fluff tapi malah tersedot kesini dan betapa sedihnya aku ngebaca ini, enggak tenang aja bukan salah ceritanya kok :”)

    diambil dari sudut pandang orang ketiga (iya bukan? ya pokoknya dari sudut pandang kita dan membiarkan pembaca merasa jadi tokoh ‘kau’) hah…kenapa chanyeol sedih banget, ah hampir sama lah yeol kita /apaan/. kita lagi senyum di ambang kesedihan dan itu rasanya enggak enak >. Terkadang aku lelah menanggung seorang diri. Rasa itu sudah mencapai batas yang kumiliki namun aku tak bisa menangis. sometimes we just couldn’t let the tears come out T__T

    tapi kayaknya si yeol ini hampir jarang ditemukan sedih ya heuuu ;;; tapi siapa yang tau kalo dia juga suka nangis ternyata di pangkuan kris #apah xD

    okeh aku mau baca yang lain lagi ya ka, janji deh yang lebih semangat komennya nanti 😀

    • aduh diraaa, maaf ya kayanya disini itu tak ad yg bisa dipakai menghibur rasanya T-T
      mayoritas isinya berbau sad-failed gini ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

      emmm, kalo ga salah sih bener dir..pokoknya seperti yg kamu jelasin di dalem kurung itu. tepatnya sih ini nyobain gitu pake kata “kau”, abis biasanya selalu yg pov kesatu aka “aku”.
      duhhhh /pukpuk dira/ tapi memang ga selamanya rasa sedih itu mampu untuk dikeluarkan /mendadakcurhat/

      iya, ga pernah liat yeol nangis kecuali di MV’ny K.Will. ituuu aktingnya yeol~~~ keren gimana gitu ya, serasa dapet chemistry-nya..huhuhu ;;; tapi sesedih2nya kamu dir masih bisa jg terselip komedy…hehehe

      gapapa koq dir, selama itu bisa menghiburmu dari kesedihan, kak uda seneng ^^

  2. hai, eoni^^
    hiksss…
    what if this is real???
    kalo ternyata diam2 yeobo-ku itu /plak/ emang diam2 sering murung hiks T^T
    aaaa aku suka scene pelukan ituu >3 keep updating yeol’s fic yaa eonii *wink*
    ~ppyong

    • klo ini nyata, perasaan eon jg entah gimna..
      abis cuma liat dy nangis itu 1x di MV pula, klo nyata..uhhh, plis dont > <
      tapi gatau juga ya dibalik senyumnya itu gimna, aduhhh ;;;
      makasi ya rini ^^

Give me your review~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s