S for Sacrifice

s for sacrifice~

Waktu terus berputar sebagaimana layaknya ia bekerja. Detik demi detik berlalu dan sesuatu di dalam diri Sehun bertanya-tanya tentang apa saja yang terjadi dalam perjalanan kisah hidupnya. Terkadang ada saja hal yang membuat dirinya begitu penasaran, ingin mengetahui segala jawaban dari setiap pertanyaan yang melayang-layang di kepalanya. Mengapa begini, mengapa begitu.

Ia merasa kesepian. Alone. Sehun merasa hidupnya membosankan karena rutinitas yang begitu saja. Tak ada perubahan.

Sehun menghela napasnya sejenak dan mengambil sedikit kesempatan yang jarang dilakukannya untuk memandangi layar hitam yang terbentang luas di atas saja. Hela napas terdengar sekali lagi saat tak menemukan sesuatu yang menarik di luar sana. Tak ada penghuni lain yang menempati lapangan tersebut padahal begitu banyak tempat yang tersedia.

Kosong. Same with my life.

Ia terus melangkahkan kakinya tanpa arah namun berakhir duduk di salah satu kursi sebuah taman yang terlihat tak berpenghuni. Tentu saja, mana ada orang yang berkeliaran di tengah malam seperti ini.

Namun, pendapatnya itu seakan disangkal ketika matanya menangkap sebuah bayangan di kejauhan sana.  Mungkinkah itu makhluk ha—ah, tidak mungkin. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, Oh Sehun.

Perlahan tapi pasti, Sehun mempersempit jarak yang terbentang. Semakin mendekat, bayangan itu semakin jelas yang memperlihatkan seseorang lainnya yang sedang memandang langit. Tak lama kemudian, sosok itu membalikkan tubuhnya menatap Sehun saat mereka hanya terpisah sepanjang dua meter.

Manik mereka saling bersiborok. Cukup lama mereka masuk dalam keheningan sebelum sosok itu menghentikan aksinya dengan memberikan senyuman.

Sesuatu dalam diri Sehun bergejolak. Seperti ada sesuatu yang mendorongnya untuk meraih sosok tersebut dan merengkuhnya ke dalam pelukan. Namun sosok itu menggelengkan kepala pelan seolah tahu apa yang akan dilakukan olehnya. Sehun pun menurut.

Mata mereka kembali bertatapan lebih dalam seolah-olah sedang berkomunikasi. Tubuh Sehun seolah tersengat listrik sebelum gambaran singkat melintas di depan matanya dan lemas seketika hingga kesadarannya ditarik secara cepat.

Sosok itu kemudian mendekati tubuh anak lelaki yang jatuh terbaring di atas tanah. Iris birunya memperhatikan setiap detail wajah Sehun. Jemarinya bergerak dari kening hingga ke pipi.

“Sehun,” bisiknya perlahan, “apakah kau bahagia?” tanyanya bermonolog. “Kuharap seperti itu karena aku tak sanggup melihatmu kembali menderita.”

Kristal-kristal bening mulai berjatuhan bergantian dari kedua matanya saat kelopaknya tertutup. “ Terlalu besar resiko yang kauambil saat itu untuk menyelamatkanku dan sekarang adalah giliranku. Walau tak bisa bersama, setidaknya aku masih bisa memperhatikan dan menjagamu dari kejauhan sana.”

I’m sorry because I must take your memories about me. Please, be happy, Sehun. My lovely brother.”

.

.

.

.

.

“Hei, apa yang kaulakukan seorang diri di sini?”

 

“Seharusnya kau memanggilku Hyung. Aku ini jauh lebih tua darimu, Sehun.”

 

“Aku ingin membawamu ke rumahku, Luhan Hyung. Aku ingin memperkenalkan lingkungan tempatku tinggal yang sebenarnya.”

 

“Aku seperti berada dalam dunia fantasi. Apa semua ini nyata?”

 

“Sesuai keputusan para petinggi, Sehun, Guardian of Lockheart, dijatuhi hukuman karena telah melakukan pelanggaran berat dengan membawa seorang Human.”

 

“Kuserahkan jiwa ini untuk menggantikan posisinya asalkan ia terbebas dari siksaan. Biarkan Sehun bereinkarnasi dan menjadi Human.”

-=END=-

Hai hai, long time no see. Sepertinya kali ini cukup lama tak muncul sampai-sampai berdebu TT________TT okeee, aku kangen kalian. Aku kangen nulis. Karena cukup lama meninggalkan dunia tulis-menulis, jadi maaf kalau sedikit aneh (karena aku merasa demikian). See you again at the next update. Thanks ^^

Advertisements

2 thoughts on “S for Sacrifice

  1. WAAAAAAHHHHH!!! KAK SIL COMEBACK!! YEHET!

    Tolonglah kak, aku baca ini pas lagu Glenn keputer, agak mix sebenernya mencampuradukkan Hunhan dengan lagu lokal, tapi ceritanya emang bikin aku melongo..
    Sebentar, jadi Luhan jadi semacam death angel buat Sehun atau gimana?
    Aduh, maaf ya kak, belum terbiasa baca plot begini dengan cerita yang cukup pendek.
    Aku sampe baca beberapa baris berulang-ulang biar ngerti/maafkan kelemotanku ya kak -.-/
    Kakak emang sering pake genre beginikah? Ih keren kak, nulis fantasi dan sureal menurutku lebih susah.
    Gak aneh kok kak, ini beda. Seneng kakak udah balik nulis lagi =)
    Mungkin aku bisa mulai daftar jadi reader tetap nih, ehehe..
    Congrats kak ^.^, kutunggu update fanfic yang lain~

    • hai hai dhini, kak terharu banget aduh kamu rela komen di pagi hari yang buta (enggak juga sih). wah, lagu glenn yang mana nih? mix sama lagu lokal? hmm, btw kak pernah lho bikin challenge fanfiction pake lagu lokal..hahaha (tapi jangan bilang2 ya) *bisikbisik* kkk~

      hmmm, bukan angel death sih. maksudnya mw nyoba bikin fantasy dan akhirnya berujung gagal kaya gini T-T niatnya sih mau bikin panjang tapi apa daya, kemampuan menulis saat ini sedang di ujung tanduk, terombang-ambing bagai air di daun talas (ciehhh, gaya pake peribahasa) /slapped/

      ihhh, setuju bingit kalo genre fantasy sama sureal itu susah, pake banget banget malah. t-tapiiii, masa sih ini ga aneh? yakin kamu dhin? yakin? yakin? /digeplak/
      ahhh, iya akhirnya bisa nulis lagi walau belum sepenuhnya…masih blum bisa nge’feel banget tapi yaaa, memang butuh proses…hehehe

      reader tetap? oyeahhh ulalalalallala~~~ (tiup terompet) (pasang petasan) hahaha
      makasi lho dhinnnnnnn (ketchup ketchup manis) hihihi 😀

Give me your review~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s