H for Hope

H for Hope

There’s a miracle although it’s just a little thing.

~

Hamparan kerlap-kerlip menghiasi kelamnya lautan hitam. Tetes butiran putih masih sedikit terlihat walaupun sudah mendekati penghujung musim. Bersiap menyambut kehangatan sang Surya yang akan memberikan senyuman pada semua makhluk berkelopak. Siap saling berlomba memperlihatkan kecantikan diri masing-masing.

Dan nampaklah siluet seseorang yang berdiam diri menduduki bangku kayu yang masih tersisa sedikit tumpukan salju. Tak memperdulikan dinginnya angin berhembus yang masih terasa menusuk hingga ke dalam kulit. Memainkan kakinya tanpa arah ‘tuk sekedar membuang kebosanan yang tengah melanda.

Kedua tangan diletakkan tepat di samping tubuh. Memandang ke atas tanpa benar fokus menatap apa yang terlihat. Kumpulan uap putih semakin terlihat seiring hembusan napas yang semakin dikeluarkan.

Sehun, hey, Sehunnie…

Lelaki itu menggelengkan kepala membuang segala khayalan yang tak mungkin tersampaikan. Membuang setitik harapan yang ingin sekali digapainya. Sedikit berkecil hati mengingat jarak yang terbentang memisahkan.

Sehun, Sehunnie…

Suara itu semakin terdengar. Membuat dirinya ingin kembali menangis seperti sebelumnya. Ketika orang itu untuk pertama—dan terakhir—kali pergi meninggalkannya. Bibir tipis berwarna merah muda yang sudah mulai memucat digigitnya. Berusaha menahan isakan yang akan keluar. Walaupun ia hanya sendirian di sana.

Sehunnie…

Oh, sungguh air mata tak sanggup dibendungnya lagi. Lelehan cairan bening mulai membasahi -pipinya. Dengan segera sebelah tangannya menghapus jejak yang terus –menerus terbentuk. Tak kuat menahan rasa sesak yang terus memberontak hingga tubuhnya terasa ngilu.

Sehunnie…

“Se…hun…”

Akhirnya lelaki itu mendongkakkan kepala dan membiarkan kristal bening kembali mengalir. Membiarkan isakannya terdengar dari penjuru taman. Membiarkan kesesakan itu terlepas setelah menghimpit tak berkesudahan.

“Sehunnie, Sehun, Oh Sehun…,” lirihnya suara yang terdengar putus-putus membuatnya tak percaya akan apa yang terpampang di depan mata. Tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun dari bibir tipisnya.

“YA! OH SEHUN! KENAPA KAU TAK MEMBALAS PANGGILANKU? KENAPA KAU—,” sosok tersebut tak sanggup meneruskan teriakannya ketika lelaki itu berlari mendekap erat tubuhnya. Menimbulkan seulas senyum kecil di wajah.

Hyung, kau—,” lelehan air mata mulai membasahi pundak sosok yang berada dalam pelukan. Ketika rasa hangat tangan yang sangat dirindukan menyentuh punggungnya. Memberikan ketenangan yang sedikit tak ia percayai. Secuil harapan yang dikiranya tak bisa terjadi.

Hyung, nyatakah dirimu ini? Apa aku kembali berhalusinasi?”

“Tidak. Ini semua nyata, Sehun.”

“Aku..aku sangat merindukanmu, Luhan Hyung.”

***

hey guys! SELAMAT TAHUN BARU BTW (duh telat banget ya) hiks T-T Saking lamanya ga dikunjungi uda penuh debu gini *sigh* dan HEY! IT’S APRIL! HUNHAN’S MONTH! jadi di tahun yang baru ini diawali dengan HunHan. yeay 🙂 dan menjadi awal kembali dalam dunia tulis-menulis. Hope you like it, guys ^^

Advertisements

Give me your review~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s