Cor Contritum

Cor Contritum

Dramione Fanfiction

all characters belong to J.K. Rowling

Bulir-bulir keringat terlihat membasahi wajah seorang gadis. Ia terlihat begitu gelisah. Entah hanya firasat, entah karena mimpi. Bibir bawahnya ia gigit, berpikir akan tindakan yang akan dilakukannya beberapa waktu ke depan. Ia tak yakin namun tetap memantapkan hati.

Melihat keadaan sekitar di mana teman sekamarnya masih tertidur nyenyak di atas kasur; dengan hati-hati ia melangkahkan kaki tanpa menimbulkan suara. Diambilnya jubah yang tergantung tak jauh, ia keluar kamar menuruni tangga tanpa menurunkan kewaspadaan. Takut bila masih ada yang terbangun di ruang rekreasi.

Kakinya berhasil melewati Fat’s Lady, Sang Penjaga Pintu asrama Gryffindor. Tingkat kewaspadaan gadis ini semakin tinggi, mengingat waktu yang telah melewati jam malam. Tentu siapa yang ingin tertangkap basah Mrs. Norris dan Argus Filch ataupun para pengajar hingga mendapatkan detensi. Apalagi Profesor Snape. Tubuhnya mendadak merinding membayangkannya.

Hanya satu tempat tujuan. Menara Astornomi; di mana jarang ada orang yang berdiam diri di sana di luar jam kelas.

Menghabiskan bermenit-menit di salah satu menara tertinggi Hogwart, ia mulai merasakan efek tiupan angin yang cukup kencang. Terlalu jatuh dalam alam pikirannya sendiri, gadis itu tak menyadari ada suara langkah yang mendekati tempat di mana dirinya berada. Hingga sebuah suara mengembalikannya ke alam nyata.

“Hermione.”

Gadis yang dipanggil Hermione itu berangsur berpindah ke dalam pelukan orang tersebut. Hangat.

“Bodoh, kau gadis bodoh, Hermione. Mengapa memakai pakaian setipis ini?” Ia mempererat rengkuhannya sambil mengucapkan mantra nonverbal untuk menghangatkan tubuh pada Hermione dan dirinya sendiri.

“Siapa yang datang terlambat huh? Kau yang menyebabkanku seperti ini, Draco! Kau yang membuat tubuhku membeku!” Walaupun ucapannya ketus, Draco tak membalas satupun ucapannya. Menjalin hubungan setahun dengan Hermione membuatnya sedikit mengetahui sifat gadisnya yang tak suka dibantah. My bossy girl.

“Sampai kapan kita akan seperti ini, Draco?” ucapan Hermione secara tiba-tiba sedikit mengejutkan Draco walaupun tanpa melepaskan pelukannya.

“Aku tak bisa terus berbohong pada Harry dan Ron. Keduanya bahkan meminta maaf jika melakukan kesalahan yang membuatku menjauh mereka. Padahal akulah yang membuat kesalahan. Aku yang tak bisa jujur pada sahabatku. Bahkan Ginny merasakan perubahan sifatku, Draco. Apa yang harus kulakukan? Kuingin jujur tentang hubungan kita tapi aku juga takut jika mereka tak bisa menerimanya. Aku tak ingin dimusuhi oleh sahabatku, Draco. Dan bagaimana reaksi kedua orang tuamu jika mengetahui kau berhubungan dengan seorang muggleborn?”

Ssttt, aku juga tak ingin hubungan kita berakhir, Hermione.”

 

“Draco, kapan kau akan ke Greengrass Manor? Semakin cepat kau menyerahkan cincin ini pada Astoria, semakin cepat pula pernikahan kalian. Jangan sampai ia direbut pureblood lainnya, Draco.”

Mother, aku belum siap. A-aku…,”

“Son,” ucapan singkat yang penuh ketegasan dari kepala keluarga Malfoy membuat Draco terdiam. Ia menyadari nada yang dikeluarkan ayahnya itu tak bisa dibantah. “akhiri segera permainanmu.”

Narcissa memandang keduanya dengan penuh kebingungan. Berbeda dengan Draco yang terkejut. Matanya terbuka lebar. Bibirnya ingin berbicara namun tak ada suara yang mampu keluar.

 

“Aku mencintaimu, Hermione. I love you so much, but….”

 

“Apa maksudmu, Lucius? Apa Draco memiliki hubungan dengan gadis lain? Draco, katakan pureblood mana yang menjadi kekasihmu itu? Mengapa kau tak bercerita pada ibumu ini? Jika aku tahu, maka aku tak akan—,”

No, Mother. Gadis yang kucintai…adalah muggleborn. Dia—,”

Mudblood?” Draco meringis ketika sang ibunda menaikkan nada bicaranya.

“Ya, dia seorang muggleborn. Granger, Hermione Granger.”

Ia tahu Malfoy memegang teguh kesucian keturunan mereka. Tapi tunggu? Ia merasa aneh dengan perilaku kedua orang tuanya. Lucius terlihat bersikap biasa walaupun raut wajahnya sedikit tegang sesaat. Sedangkan Narcissa dipenuhi amarah yang membara.

“AKU TAK SETUJU. SAMPAI KAPANPUN AKU TAK AKAN MENYETUJUI HUBUNGAN KALIAN!”

“MOTHER! Aku mencintainya, bahkan aku siap jika kalian mengeluarkanku dari keluarga Malfoy!”

Son, Narcissa. Duduklah. Bicarakan ini dengan tenang.”

“Tenang katamu, Lucius? Bagaimana aku bisa tenang jika Draco berhubungan dengan anakmu dengan wanita muggle jalang itu huh? Katakan padaku, Lucius! Katakan!”

“Aku—tunggu, apa maksudmu, Mother?” Draco beralih menghadap ayahnya, “Father, apa kalimat Mother benar?”

Melihat keterdiaman Lucius, Draco seketika mengerti. “Ja-jangan katakan, Father. Please….”

 

“…I’m sorry, Hermione. Stupefy.” Tubuh ringkih Hermione langsung terjatuh dalam pelukan Draco. Ia tak mempedulikan dinginnya lantai. Hanya satu yang dilakukannya sejak ia membuat Hermione tertidur. Memeluk erat. Karena Draco menyadari bahwa saat pelukan itu terlepas, cintanya akan pergi jauh.

 

“Maafkan aku, Son. Gadis Granger itu…,”—Lucius membuang wajahnya jauh dari padangan anaknya. Ia tak tega menyakiti anak satu-satunya itu—,”adalah kakakmu.”

Draco jatuh terduduk di atas kursi. Ia tak tahu apakah semuanya nyata atau ilusi semata akan prasangka orang tuanya tentang kemurnian darah. Tanpa disadari, setetes air mata turun dari mata seorang mantan pelahap maut, Lucius Malfoy. Seiring dengan teriakan Draco yang menggema.

 

Sebelah tangannya menyusup ke dalam jubah. Dengan tangan bergetar, ia mengangkat tongkat sihir miliknya kepada Hermione. “Aku akan selalu mencintaimu, Hermione. Hati ini adalah milikmu. Selamanya, Hermione, selamanya. I love you.”

Dikecupnya kening gadis itu dengan lama, turun ke kedua kelopak mata yang tertutup, pucuk hidung mungil, kemudian berakhir di bibir merah muda yang sedikit pucat sebagai penutup.  Dengan air mata yang tak berhenti mengalir, Draco menguatkan hatinya.

Obliviate.”

 

my first dramione fanfiction. hehehe 🙂
Advertisements

Give me your review~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s