Time to Say Goodbye #2

 

“It’s hard to forget the one you love the most.”

Time to Say Goodbye #2

Starring by SHINee’s Minho and You

AU, Romance, Sad, Angst || Twoshot || G

BGM: Whitney Houston- I Have Nothing

previous: #1

***

 

Waktu hampir menunjukkan tengah malam ketika aku melirik sekilas jam yang tergantung di dinding samping meja kerjaku. Kuputar otot leherku yang menegang dan memijatnya perlahan, serta mengusap wajah berharap dapat membuang rasa kantukku. Sepertinya rasa lelah ini sudah tak bisa diajak kompromi lagi sehingga aku memutuskan untuk segera pulang.

Aku tak langsung turun ketika mobil telah sampai di parkiran apartemen. Membuka ikatan dasi serta tiga kancing teratas, kemudian bersandar pada kursi yang posisinya telah dirubah menjadi lebih nyaman. Kuletakkan salah satu lenganku di dahi, berharap matahari langsung  menyambut setelah kubuka mata. Dan itu hanyalah harapan belaka yang tak mungkin terjadi.

Hela yang penuh rasa lelah, akhirnya kupaksakan untuk segera kembali ke rumah. Yang entah masih bisa kukatakan demikian karena beberapa hari sudah tak kutinggali. Langkah gontai kuberjalan menuju sofa terdekat dengan napas yang terasa berat. Menatap lurus tanpa adanya titik fokus. Pikiran yang melayang-layang bertebaran bebas semakin membuatku penat hingga kuputuskan untuk memejamkan mata. Berharap besar rasa pening berangsur menghilang.

Berbagai kilas balik dipentaskan sang otak mempertunjukan perjalanan hidupku. Hingga akhirnya satu film terpampang jelas yang membuatku membuka mata secara cepat dengan deru napas yang tak teratur.

Kejadian yang begitu menyakitkan. Suatu hal yang tidak akan pernah diinginkan manusia mana pun yang sedang berada dalam kadar bahagia tinggi.

Rasa sakit kembali menusuk tepat membuat jantungku berpacu semakin jadi. Kekeliruan penuh rasa salah menggerogoti jiwa. Mata yang berkabut mengaburkan penglihatan. Kedua tanganku terkepal. Gigi saling menempel tegang. Bergetar bagai menggigil kedinginan.

Hati memberontak tanpa terkendali. Meneriakkan ketidakpuasan tak terbatas. Perseteruan yang terus-menerus berkeliaran di kepala. Mengemukakan berbagai pendapat yang tidak mencapai kata mufakat jika perasaan adalah sang lawan.

Tetes demi tetes tak dapat tertampung lagi. Berjatuhan mengikuti gravitasi bumi. Membasahi segala yang dilewati olehnya. Tak ada yang terlewat.

Indra perasa diserang kembali oleh kedinginan yang memenuhi ruangan. Bayang-bayang seseorang yang berkeliaran di setiap sudut ruang. Berlembar potret yang berhiaskan pigura hitam putih hampir memenuhi dinding. Di kala masih sepasang kekasih hingga wanita itu bertransformasi mengenakan gaun putih gading yang indah bertaburkan kristal-kristal kecil yang menghiasi setiap jengkal kain. Satu kesatuan yang tak memberikan pengampunan untuk dihindari. Seolah-olah tak memberikan sedikit pun waktu untuk rehat sejenak.

Dan ketika sebuah dering telepon genggam terdengar, mataku terfokus pada sebuah cincin emas yang sudah tak semulus semula. Entah siapa yang berbicara—apakah itu seorang dokter atau perawat—tak terdengar jelas. Drop, gawat, icu; ketiga kata itulah yang mampu ditangkap otakku. Membuat rasa perih semakin menusuk dalam hingga ke pusat tubuh.

Tubuhku merosot cepat hingga terdengar benturan keras yang kuabaikan. Tak peduli rasa sakit yang tercipta, kepalan tangan kupukul pada lantai. Beberapa saat berlalu dan kesadaranku kembali terkumpul, tubuh kutegakkan dan berlari keluar.

Menancap gas secepat kaki ini memacu hingga tak mempedulikan rambu-rambu lalu lintas. Hanya ingin segera mencapai tujuan, rumah sakit di mana istriku dirawat.

Entah Tuhan yang tak berkehendak atau takdir tak tergaris, mereka sudah berada di depan pintu. Menegaskan padaku bahwa istriku telah pergi.

Tanpa aku disisinya ketika dia memutuskan untuk berhenti berjuang.

 

Advertisements

Give me your review~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s